FireStats error : Database error: Error establishing mySQL database connection:php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /home/students/public_html/wp-content/plugins/firestats/lib/ezsql/mysql/ez_sql_mysql.php on line 98

MySQL Version:
SQL Query:
INSERT DELAYED INTO `plugin_firestats_pending_data` ( `timestamp`, `site_id` , `user_id`, `url` , `referrer` , `useragent` , `ip` ) VALUES ( NOW(), 1058, NULL , '', '', '', '' )

Sms si Adik

Posted on December 3rd, 2012 in Zona Kisahku by Dantik

Adik sayang..,
ketika kata rindumu menghiasi layar HP.
begitu pula hati ini.
ketika raga ingin bertemu..
begitu pula raga ini.
ketika kau bertanya kapan pulang?
“secepatnya” jika boleh lisan ini menjawab.
ketika kau terus bertanya..
akupun hanya terdiam.
sampai pada akhirnya kau merengek..

“sabar” hanya 1 kata yg terucap untuknya.
“Kalo pulang jangan lupa pesenanku mbak!!”
nyeees… itukah maumu *rupanya (╥﹏╥)

Upgrading Skill maba-miba Tek. Informatika 2012

Posted on September 21st, 2012 in Zona Graphic Design,Zona Kisahku,Zona Photography by Dantik

Kamis s.d Jum’at 13-14 September 2012
Lokasi : Lab KSC lantai 4
Object : GELAS dari Upgrading skill mahasiswa baru 🙂

iseng jepret-jepret “GELAS” dari *UPGRADING SKILL* yang dilaksanakan di LAB TEK. INFORMATIKA. V^^V
*Mohon dimaklumi… (-_-“)

The new world of KALKULUS

Posted on September 21st, 2012 in Zona Free Download,Zona Kisahku,Zona Photography by Dantik


Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarokaatuh..

Ane mau cerita dikit tentang mata KULIah yang atu ini, *cucok* banget deh *_*
Maklum lah saya pribadi lulusan SMK jadi rada asing dengan aroma pelajaran ini,
sempet awalnya deg-degan dan terfikir sampai alergi, tapi Alhamdulillaah karena Allah lah
ternyata hal yang sulit itu bisa jadi *gempil* (red: mudah). Dan tak luput juga peran serta
DOsen kami ini yang cukup memotivasi semangat kami secara spiritual..

karena bapak dosen kami ini lebih banyak motivasinya daripada TUGASNYA,wkwk... *seru.com
maklumlah beliau ini bisa diacungi jempol kalo urusan dakwah mendakwahi..

sebelum saya beranjak ke KALKULUS, kita kenalan dulu ama bapak dosen yang ini..
BERIKUT PROFIL BELIAU ==>


Yah.. cukup memberi inspirasi bukan!! :)

Oya tak muluk-muluk. ini ada juga link download MATERI KALKULUS AWAL dari beliau.
silahkan DOWNLOAD dan rasakan sensasinya..hehehe...

SELAMAT BELAJAR !!!
Semoga sukses DUNIA - AKHIRAT!! Aamiin... :D

Warna-warni ROHIS *masih polos*

Posted on September 21st, 2012 in Zona Kisahku,Zona Muhasabah by Dantik

Hayooow , buat alumni rohis ataupun adik – adik rohis siapa yang saat rapat kepanitiaan seperti ini???

hmm… begitu lugunya tingkah-tingkah para adik” rohis , ataupun mungkin para alumni tertawa mengenang masa lalunya di rohis , bahkan mereka yang tidak bergabung di rohis pun merasakan dampak kehadiran Rohis.

Namun apa yang terjadi hari ini???

Metro TV sebagai lembaga stasiun tv nasional men”judge” bahwa ekstrakulier masjid atw lebih dikenal dengan rohis dituduh sebagai wadah REKRUTMENT TERORIS MUDA????

DEMI ALLAH , KAMI DI ROHIS TIDAK DIAJARKAN MELAWAN PEMERINTAH!!! MEMBUAT BOM APALAGI…

1.000.000 Gerakan Tuntut Metro Tv Minta Maaf Kpd Rohis Se-Indonesia

Saya alumni ROHIS :)

Posted on September 16th, 2012 in Zona Kisahku,Zona Sketch of Dakwah by Dantik

Tangis Cinta dalam Pesona PESTA UII

Posted on September 4th, 2012 in Zona Kisahku by Dantik

“Kriiiing…”
“Trang…triinng…traaang…”
“Net,,neot….neeet…jsss..”
Suara alarm mulai bersahut-sahutan dari pintu kanan, kiri, depan, dan mungkin juga diatas. Letak kamarku yang strategis diantara kamar-kamar kost lainnya membuat suara apapun terdengar jelas. Ya.. begitulah suasana tepat pukul 03.30 pagi itu. Aku yang sudah bangun sejak 30 menit yang lalu segera merampungkan (red: menyelesaikan) doa diakhir sujud solat malamku yang sudah bercampur dengan keributan di luar sana. Dan sesegera mungkin mengemas keperluan PESTAku dan segera mempersiapkan diri menuju PESTA (Pesona Ta’aruf) yang akan berlangsung sekitar 1 jam lagi.

Tepat pukul 05.15 terlihat jalanan begitu padat sepadat pesar ikan di kota halamanku (Balikpapan). Nampak penjual peralatan PESTA yang menghiasi sisi kiri-kanan jalan yang mulai sumpek itu. Segera aku bergegas meski harus menerobos disela-sela mereka yang membeli co-card bahkan diantara mereka yang berlalu lalang mencari co-card. Dan hanya merekalah (penjual perlengkapan PESTA) yang diminati oleh sebagian BESAR peserta PESTA, bukan toko baju ataupun warung bakso.hehe…

Setelah lama menaklukan medan perjalanan, akhirnya sampai juga pada pintu masuk UII. “Baru pintu masuk?” (-,-“). Ya begitulah sikon PESTA pada hari pertama. Sambil menunggu dalam barisan yang begitu panjang, tiba-tiba butiran air itu menyudut di kedua mataku. Mengiang dalam fikiran seolah-olah menusuk ragaku. Aku mulai mengepal tanganku erat. Berusaha tegar agar ia tidak jatuh membasahi kostum PESTAku hari ini. Bagaimana tidak, membayangkan butiran peluh ibu dan bapak yang brcucuran karena aku bisa berdiri dalam barisan ini, membayangkan seluruh raga mereka yang remuk membanting diri untuk sebuah langkah emas ini. Mereka tidak menyuapiku dengan uang, tetapi dengan ilmu. Yang dengan uang itu akan hilang seketika, tetapi tidak dengan ilmu. Tidak semua orang kaya berilmu, tapi semua yang berilmu pasti kaya. Kaya hati juga iman, dan itulah yang menaikkan derajatmu dimata Allah, menambah rasa syukurmu, memperbaiki akhlakmu, juga mencintai Rabbmu. Jika dengan harta seorang anak akan lupa dengan ibu-bapaknya, tetapi tidak dengan ilmu yang justru akan menambah rasa cinta kepada kedua orang tuanya. Ucapan ilusi dari ibu yang benar-benar menghipnotisku seketika itu, membuatku ingin menumpahkan seluruh air mataku. Tapi tidak untuk saat ini, moment penting seperti ini aku harus tegar dan mampu berdiri dengan kakiku sendiri.

Barisan mulai bergerak maju hingga berujung pada sebuah lapangan nan luas dengan panggung megah di hadapanku. Mereka yang berdiri di depan sana, dengan kostum biru bercendramata UII di dada mereka, seolah-olah UII benar-benar dekat dengan hati mereka. Aku mulai menghela nafas penuh syukur karena.. kini aku di PESTA ini. PESTA yang penuh sejuta WARNA, punya sejuta CERITA, pelukis harapan dan CITA. Insya’Allaah..

Detik berganti menit, menit pun berganti menjadi jam-jam. Hingga tak terasa satu per satu kegiatan PESTA mulai berganti. Diawali dengan “Opening ceremony” hingga tiba pada penghujungnya di hari ke-2 yaitu “Close ceremony”. Letih.. letih, namun semua itu rasanya terobati dengan kejaiban yang Allah janjikan. Lega… kini saatnya melepas beban Co card dari pundakku, namun seketika itu kutatap kembali tulisan di baris terakhir “man jadda wajada” yang membuat semangat ini kembali terbakar untuk menatap hari esok, melangkah maju, bergerak hingga pada titik puncaknya. Karena sebenarnya “tidak ada IMPIAN yang TERLALU TINGGI, yang ada hanyalah USAHA yang belum MAKSIMAL”.

Bismillaah.., hatiku yang sedang tersenyum ingin sekali menekan tombol rindu di Hpku. Ingin berterimakasih, ingin mengungkapkan kebahagiaan ini, dan ingin-ingin mengungkapkan segalanya. Dan akhirnya terhubunglah dengan suara di seberang sana, suara yang begitu lembut, namun diiringi isak tangis. Akupun mulai bertanya-tanya. Suara tangis itu, seketika meluluhkan seluruh semangtku dan berubah menjadi rasa lelah dengan beban yang terasa 100x lipat dari sebelumnya. Dunia serasa menghimpit dan jalanan mulai kabur tertutupi air mata yang terbendung dan akhirnya pecah. Tangis itu adalah kesedihan terbesar juga beban terberatku, mendengar tangisan ibu seolah membutakan langkahku hingga menutupi mataku. Dengan isak tangis yang tak terbendung, ibu berusaha mengungkapkan apa yang sedang ditutup-tutupinya, perlahan-lahan dan kemudian kalimat itu terdengar jelas. “ibu dan bapak tidak bisa membiayaimu kuliah nak…”. Kalimat itu… menghentikan langkahku yang semula sedang berjalan menuju rumah kos dan akhirnya terdiam di sudut gang kecil. Seolah-olah kalimat itu telah menghancurkan segalanya, mengaburkan pandanganku, membisukan suaraku, hingga badan ini rasanya membatu dan tak sanggup berdiri lebih lama. Jika bukan karena Allah, mungkin ketegaranku tidak akan seperti ini.

Sambil terus menelepon, ibu terus menguatkanku memotivasiku agar aku tetap semangat menjalani sisa-sisa kuliahku hingga batas waktu itu tiba. Aku tak henti-hentinya dihujani oleh air mataku sendiri, dan baju PESTA ini menjadi tumpahan kesedihan di hari bahagiaku, yang semula ingin kuungkapkan rasa bahagia itu, kini niatku untuk menceritakan ke ibu dan bapak musnah sudah. Aku tak ingin menambah kekecewaan dan kesusahan mereka. Yang bisa aku lakukan hanya menghibur ibu dan bapak agar mereka tetap sehat, sehingga ketika aku pulang nanti aku masih punya harta berharga yang tak ada 2 nya di dunia ini.

Sebenarnya. . .

“Tidak pernah ada kata gagal bagi setiap muslim yang bertawwakal..

Yang ada adalah keberhasilan yang diberikan Allah berbeda dengan yang kita inginkan..

Tidak semua yang menurut kita baik, baik juga menurut Allah..”

Dan aku yakin akan hal itu, Allah telah menyediakan jalan emas dan rencana dahsyat yang tidak dapat disangka-sangka. Insya’Allaah..

Maka bersabarlah, karena kekuatan hati akan mendatangkan kekuatan jiwa yang tangguh dalam menghadapi pahit getir nya perjalanan hidup ini. Dan tanpa disadari ternyata SUKSES itu telah aku genggam, karena SUKSES itu “Berhasil mengalahkan rasa takut, pesimis dan putus asa.”

“Ma Ajmala Hadzihil Hayah”, betapa hidup ini indah. Maka nikmatilah… 🙂

Yogyakarta, 04 September 2012 Nay,

“DOWNLOAD FILE PDF”